Awasi penyakit anjing gila (Rabies)

Akhir akhir ini di kota Denpasar dan sekitarnya telah mewabah sebuah Virus Rabies yang mematikan, penyebaran virus ganas melalui hewan ini telah memakan korban sampai meninggal dunia.
Seperti apa sih penyakit Rabies ini…? sampai sampai seluruh komponen masyarakat dibuat resah dan para pejabat tinggi daerah kelimpungan mengatasi masalah ini.

Menurut sumber yang saya dapatkan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Saya akan memaparkan lebih jelas tentang Penyakit anjing gila ini:

  1. Apa yang dimaksud dengan RABIES ?

    Rabies adalah suatu penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh Virus lyssa dari family rhabdo-viride dan mengakibatkan kematian, dapat menyerang semua hewan berdarah panas termasuk manusia.

  2. Bagaimana cara penularan RABIES ?

    Penularan Rabies pada hewan dan manusia terjadi melalui gigitan hewan yang menderita Rabies.

  3. Hewan apa saja yang dapat menularkan RABIES ?

    Hewan – hewan yang biasanya dapat menularkan Virus ini adalah Binatang berdarah panas seperti Anjing, Kucing, kelelawar dan Kera.

  4. Berapa lama masa tunas RABIES ?

    Gejala Rabies pada hewan timbul (masa tunas/inkubasi) sekitar 3-6 minggu setelah terkena gigitan hewan yang terjangkit Rabies, sedangkan pada manusia sekitar 2-8 minggu.
    Masa tunas atau munculnya penyakit Rabies ini tergantung dari parah tidaknya luka gigitan, jauh dekatnya luka gigitan dengan susunan saraf pusat, banyaknya saraf yang luka karena gigitan, jumlah virus yang masuk karena luka gigitan dan jumlah luka gigitan.

  5. Bagaimana tanda/gejala RABIES pada Hewan ?

    Rabies pada hewan ada 2 bentuk yaitu:

    • Rabies yang Ganas, ciri – ciri pada Anjing sebagai berikut:

      • Awalnya tampak perubahan tabiat, misalnya Anjing yang biasanya ramah atau penurut tiba tiba menjadi penakut dan tidak lagi mau menurut perintah majikan-nya.
      • Senang bersembunyi di tempat gelap dan dingin.
      • Nafsu makan hilang dan suara parau.
      • Memakan benda benda asing seperti kayu, batu, paku dan lain-nya.
      • Ekornya berada diantara kedua paha.
      • Menyerang dan menggigit apa saja yang dijumpai.
      • Kejang kejang disusul dengan kelumpuhan.
      • Biasanya mati dalam 4-5 hari setelah gejala pertama timbul.

      Kalau pada Kucing, gejala-nya sama dengan Anjing tetapi Kucing tidak berkeliaran sejauh Anjing.

    • Rabies yang Tenang, pada Rabies bentuk ini kejang – kejang berlangsung sangat singkat atau tidak terlihat sama sekali. Kelumpuhan sangat menonjol pada rabies bentuk ini, biasanya Hewan tidak dapat menelan, mulutnya terbuka, air liur keluar terus menerus dan biasanya kematian terjadi dalam waktu singkat.
  6. Bagaimana tanda/gejala RABIES pada Manusia ?

    Ciri – cirinya seperti berikut:

    • Pada Manusia stadium permulaan Rabies sulit diketahui, yang perlu diperhatikan adalah adanya riwayat gigitan hewan penular Rabies.
    • Biasanya didahului dengan sakit kepala, lesu, mual, nafsu makan menurun, gugup dan nyeri pada luka bekas gigitan.
    • Stadium lebih lanjut:
      • Kepekaan terhadap sinar, suara dan angin meninggi.
      • Air liur dan air mata keluar secara berlebihan.
      • Yang khas pada penderiata Rabies adalah adanya rasa takut pada air yang berlebihan.
      • Kejang – kejang yang disusul dengan kelumpuhan.
      • Biasanya penderita akan meninggal 4-6 hari setelah gejala pertama timbul.
  7. Bagaimana cara pencegahan RABIES pada Manusia ?

    Bila seseorang digigit oleh hewan yang menderita Rabies, tindakan pertama yang dianjurkan adalah:

    • Mencuci luka gigitan secepatnya dengan sabun atau deterjen selama 10 – 15 menit
    • Kemudian lukanya dicuci dengan air bersih dan diberi alkohol 70% atau yodium tincture
    • Segera bawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut
    • Selanjutnya perlu atau tidaknya mendapat suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR), tergantung hasil dari pemeriksaan Dokter.
  8. Bagaimana penanganan Hewan tersangka RABIES yang menggigit Manusia ?

    Hewan yang telah menggigit manusia harus segera dilaporkan ke Dinas Peternakan setempat guna pemeriksaan dan observasi.

  9. Bagaimana agar Hewan peliharaan tidak tertular RABIES ?

    • Hewan dibawa ke Dinas Peternakan atau Dokter Hewan untuk mendapatkan Vaksinasi Rabies secara teratur tiap tahun.
    • Hewan peliharaan anda sebaiknya jangan biarkan berkeliaran keluar pekarangan.
    • Bilamana Anjing anda akan dibawa keluar pekarangan rumah, harus di ikat pakai rantai yang panjangnya tidak lebih dari 2 meter dan memakai berangus (penutup mulut anjing yang dibuat dari kulit).

Sumber: Dinkes Prov Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *