Bangkitkan Budaya Baca Lewat mBook

Kindle DX Wireless Reading DeviceTingginya pertumbuhan pengguna ponsel berbanding terbalik dengan pertumbuhan buku dan literasi. Melihat hal ini, penerbit buku Mizan coba membangkitkan budaya membaca dengan mengembangkan mobile book (m-book).

“Pertumbuhan mobile sangat cepat. Sedangkan buku dan literasi sangat rendah. Kami ingin menggabungkan keduanya. Kami ingin membangun budaya baca masyarakat yang ada dengan kebiasaan masyarakat saat ini yang sudah sedemikian akrab dengan device mobile,” kata Irfan Amalee, CEO Mizan Publishing kepada detikINET.

Diakui oleh Irfan, saat ini Mizan sedang melakukan transformasi teknologi. Tidak hanya sekedar mencetak buku, tapi juga mendigitalisasi buku-buku terbitannya. “Karena industri ke depan adalah industri konten. Buku cuma media saja,” alasannya.

Saat ini, m-book Mizan telah memiliki koleksi sebanyak 400 judul buku. Jumlah tersebut tentunya sangat jauh dari total buku yang telah dicetak oleh Mizan. “Masih sangat jauh. Tapi kami targetkan setiap bulannya ada 100 buku yang kami digitalkan,” ungkapnya, Kamis (15/7/2010).

Disinggung target pasar dari m-book tersebut, Irfan mengatakan bahwa pada dasarnya m-book salah satu tujuannya adalah untuk menjembatani masyarakat yang berada di daerah-daerah, khususnya di luar Pulau Jawa.

“Saat ini mereka yang berada di luar Jawa sangat susah. Padahal potensinya sangat besar. Sangat susah untuk mendapatkan buku di sana. Nah, m-book ini menjadi salah satu solusi. Selain itu juga sasaran dari m-book adalah para pelajar dan mahasiswa. Karena mereka adalah generasi yang telah terbiasa dengan mobile device,” ungkapnya.

Untuk m-book sendiri, saat ini sudah bisa dipergunakan di delapan perangkat mobile yang ada. Seperti Blackberry, iPhone, iPad, smartphone dan beragam ponsel lainnya hingga segmen low end. “Untuk Android sedang kita kembangkan. Dalam waktu dekat ini,” katanya.

Tak hanya itu, untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang memiliki perangkat mobile yang beragam, Mizan membuat dua versi. Ada yang on device portal (ODP) maupun berbasis WAP.

Walaupun baru diluncurkan sekitar tiga bulan lalu, namun pelanggan m-book Mizan sudah cukup lumayan. Setiap harinya ada sekitar 200 pelanggan baru. Hal ini kontradiktif dengan penjualan buku cetak.

“Kalau buku jual 200 sebulan saja sudah bagus. Ini sehari ada 200 pelanggan yang mengakses. Ini bisnis masa depan,” katanya, optimistis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *