Cara Berhenti Merokok (No-Smoking)

No Smoking

Cerita ini diambil dari pengalaman pribadi saya….
Kira-kira 6 bulan yang lalu Saya masih aktif merokok, sampai akhirnya mengalami sakit yang cukup parah, selama 1 minggu Saya terbaring lemas di tempat tidur dan dari hasil pemeriksaan Lab mengatakan bahwa Saya terserang penyakit Tipes.

Selama Saya sakit, sama sekali tidak pernah merokok…
Jangankan merokok, makan dan minumpun terasa hambar. Hanya obat-obatanlah yang menjadi menu utama saat itu Sampai akhirnya Saya sembuh kembali dan bisa beraktivitas seperti biasanya.

Ketika kondisi tubuh ini sudah pulih, tiba-tiba keinginan untuk merokok begitu menggoda, dan saya masih ingat sebelum sakit (kurang lebih 2 minggu lalu) saya masih menyimpan beberapa batang rokok. Lalu tanpa pikir panjang Saya mencoba untuk menyalakan rokok tersebut lalu menghisapnya, ternyata rasanya begitu pahit di lidah dan tidak nyaman sama sekali dan akhirnya saya buang ke tanah.

Dari pengalaman tersebut, Saya berfikir bahwa inilah saatnya untuk berhenti merokok…..
Jika keinginan merokok menggoda kembali, saya hisap rokok yang sudah usang itu selama dua sampai tiga kali hisap kemudian saya buang kembali. begitu seterusnya sampai keinginan untuk merokok perlahan lahan hilang dari pikiran saya.

Dan satu hal lagi yang membuat saya mampu melupakan kebiasaan merokok adalah melakukan aktivitas sehari-hari sebanyak mungkin yang berhubungan dengan hobi/kesenangan, juga pergaulan saya dengan teman sekantor yang tidak merokok.

ingatlah…..Kesehatan itu mahal tetapi kalau sakit akan lebih mahal lagi biayanya.

Manfaat Berhenti Merokok
Sebetulnya banyak sekali bahaya merokok yang dirasakan oleh manusia, salah satunya adalah Penyakit Jantung.
Dari sumber yang saya baca di Kompas, Hasil penelitian yang dipublikasikan oleh RS Pusat Kanker Nasional Dharmais mengatakan, Kalau kita berhenti merokok paling tidak 90 persen kanker paru dan 30 persen kanker lainnya akan dapat dicegah.

Selain itu pula,  manfaat yang dapat kita peroleh jika berhenti merokok adalah:

  1. Pertama, dengan tidak lagi merokok berarti kita mengurangi risiko terkena serangan jantung, kanker paru, penyakit paru kronik, obstruktif, stroke, tukak lambung, hambatan pertumbuhan janin, gangguan kehamilan dan persalinan, impoten dan infertilitas, dan osteoporosis.
    Penyakit tersebut siap menyerang kita karena di dalam satu batang rokok ada setidaknya 4.000 bahan kimia, 400 di antaranya beracun dan kira-kira 40 di antaranya dapat menyebabkan kanker. Ada 3 racun yang paling berbahaya, yaitu nikotin, tar dan karbon monoksida.
    Nikotin yang hanya butuh 10 detik untuk mencapai otak membuat kita ketagihan.
  2. Kedua, bernapas dengan lebih mudah dan mempunyai stamina yang lebih baik.
  3. Ketiga, menghemat pengeluaran kita dari membeli rokok. Jika dalam sehari kita menghabiskan sebungkus rokok, maka kira-kira kita akan menghemat Rp. 5.475.000 selama setahun. Jika lebih dari sebungkus, maka semakin banyak penghematan yang kita lakukan.
  4. Keempat, menghemat biaya pengobatan dan pembayaran asuransi.
  5. Kelima, mempunyai gigi yang lebih bersih, napas, baju, kamar, rumah, dan mobil yang tidak berbau.
  6. Keenam, ini yang sangat penting bahwa dengan berhenti merokok kita menyelamatkan orang-orang di sekeliling kita yang tidak merokok, terutama anak-anak dan istri kita. Karena perokok aktif hanya mengisap 25 persen asap rokok yang berasal dari ujung yang terbakar, sementara 75 persen lainnya diberikan kepada nonperokok.

Anak-anak dengan orangtua perokok aktif berisiko menderita penyakit napas, misalnya asma, dua kali lebih besar dari anak yang orangtuanya tidak merokok. Mempersiapkan diri untuk berhenti merokok harus diawali dengan niat dan motivasi yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *