Tari Barong (Barong Dance)

barongdance
Barong dance from Bali

Pernahkah anda nonton tari barong?
Bagi anda yang sudah pernah nonton ataupun belum, mungkin ada keinginan untuk mengetahui kembali jalan cerita dari tarian tersebut.

Tari Barong adalah Tari Bali yang muncul sekitar tahun 1930 an dan sangat di sakralkan. Namun seiring dengan perkembangan pariwisata, akhirnya tarian ini sering dipentaskan demi kepentingan pariwisata.

Tari Barong menggambarkan pertarungan antara Kebajikan melawan Kebatilan. Barong adalah binatang purbakala yang melukiskan kebajikan dan Rangda adalah binatang purbakala mahasakti yang melambangkan kebatilan.

Pembukaan
Barong dan Kera sedang berada didalam hutan yang lagi asyik bercanda, tiba tiba datang tiga orang bertopeng yang sedang mencari harimau pemakan salah satu anak mereka. orang-orang itu sangat marah ketika melihat Barong (harimau) itu, dan terjadilah perkelahian antara orang itu dengan Barong, akhirnya orang orang itu pergi ketika melihat salah satu temannya digigit hidungnya oleh Kera.

Bagian 1
Dua orang penari muncul, mereka adalah pengikut dari Rangda yang sedang mencari pengikut Dewi Kunti yang sedang dalam perjalanan untuk menemui Patihnya.

Bagian 2
Para pengikut Dewi Kunti datang, dan tanpa diketahui salah seorang dari pengikut rangda berubah wujud lalu merasuki roh dari salah satu pengikut Dewi Kunti sehingga menyebabkan mereka menjadi marah, keduanya menemui patih dan bersama sama menemui dewi Kunti.

Bagian 3
Munculah Dewi Kunti bersama anaknya bernama Sahadewa, Dewi Kunti berjanji kepada Rangda untuk menyerahkan Sahadewa sebagai tumbal, sebetulnya Dewi Kunti tidak tega mengorbankan anaknya tetapi Rangda telah memasukan roh jahat kepadanya dan menyebabkan Dewi Kunti menjadi marah kepada anaknya. lalu menyuruh Patihnya untuk membuang Sahadewa ketengah hutan, Patihnya pun merasa iba kepada Sahadewa tetapi tiba-tiba saja patih tersebut juga kemasukan roh jahat dan secara beringas menyeret Sahadewa kedalam Hutan lalu mengikatnya didepan istana Sang Rangda.

Bagian 4
Turunlah Dewi Sita dan memberikan anugrah kepada Sahadewa berupa keabadian dan kejadian ini tanpa diketahui oleh Sang Rangda, kemudian datanglah Rangda untuk memakan Sahadewa, tetapi Sahadewa tidak dapat dibunuhnya berkat kesaktian yang dimilikinya, akhirnya Rangda menyerah kepada Sahadewa dan memohon keselamatan agar bisa masuk sorga.

Bagian 5
Kalika salah seorang pengikut Rangda menghadap Sahadewa untuk mohon keselamatan juga tetapi Sahadewa menolaknya, penolakan ini menimbulkan perkelahian diantara mereka, Kalika berubah wujud menjadi Babi Hutan namun Sahadewa mampu mengalahkan Babi Hutan tersebut, kemudian Kalika berubah wujud menjadi Burung raksasa namun lagi lagi Sahadewa mampu menandinginya, dan akhirnya Kalika berubah wujud menjadi Rangda yang sangat Sakti sehingga Sahadewa tidak mampu untuk mengalahkannya. Akhirnya Sahadewa berubah wujud menjadi Barong yang juga sangat sakti, terjadilah pertempuran hebat diantara mereka, karena sama sama sakti maka pertempuran antara Barong dan Rangda menjadi pertempuran yang abadi, pertempuran ini dijadikan simbol pertempuran antara Dharma melawan Adharma atau Kebenaran melawan Kejahatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *